Selasa, Maret 05, 2013
Hanya bisa memberikan yang terbaik untukmu. Semoga itu bermanfaat.
Maaf jika kesalahan itu pernah mewarnai kebersamaan kita.
Menyapamu tak lebih hanya mengingatmu untuk selalu berbuat baik.
Diri ini yang penuh dengan kekurangan, tapi itu bukanlah alasan
untuk tidak memberi dan berbagi.
Maaf, semoga kelak kita akan bertemu pada dimensi yang berbeda. insya Allah.
:)
===========================================================================
Maaf sahabat, jika aku tak ada saat kau pergi.
Kesibukan yang begitu menikam waktuku, tak ada yang bisa ku lakukan
untukmu. Harapanku semoga cita-citamu tidak pernah surut dan kamu akan
kembali. Semoga Allah selalu melindungi dirimu, menjagamu dan moga
selamat sampai tujuan.
sampai jumpa kembali. :)
Selasa, Januari 08, 2013
Malam yang dingin, derasnya hujan belum berhenti mengguyur kota ini.
Tak ada kata mengeluh yang terbesit di hati. Keseimbangan alam akan
terus berputar hingga waktu ini berakhir. Semua yang terlihat begitu
berbeda, hingga rasa ini terhempas oleh tujuan yang dibangun di atas
puing-puing semangat terus membara.
Ini inginku, semua akan ku lewati. Dalam hari-hari penuh dengan tantangan. Masalah setiap detik terus menghantui tak pernah berhenti dan kesabaran selalu memeggang kendali.
Ku bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada
hambanya yang lemah tak berdaya. Jalani hidup dalam kesederhanaan,
merasa puas dengan apa yang dimiliki. Semua begitu indah dirasakan,
ketulusan hati menyambut kebagahagian berbagi dalam kebersamaan dengan
orang-orang yang dicintai. Akan terasa waktu ini cepat berlalu, hilang
sekejap mata.
Tetap memberikan yang terbaik, jangan perna
merasa jenuh untuk berbagi. Menghadirkan seulas senyum yang tak pernah
surut mewarnai kisah dalam setiap detik.
Bersama rintik-rintik hujan yang juga belum redah - @Leuly.
Jumat, Oktober 12, 2012
Mungkin kami terlalu berlebihan membanggakanmu, tapi itulah pertama
yang kami rasakan ketika mengenalimu. Sikap dan tutur sapamu begitu
indah, mampu memberi kesan tersendiri bagi kami.
Perhatianmu kepada
kami, tak seperti dengan orang-orang terdekatmu, kamu begitu beda dengan
mereka. Masalah begitu sulit, penuh dengan teka-teki yang tak mampu
kami pecahkan, dengan senang hati serta kesabaran, kamu mampu
mengarahkan kami untuk memahami dengan sebaik-baiknya.
Kami sangat
senang ketika bertemu kamu, tak pernah merasa jenuh, seulas senyummu
mampu menentramkan hati kami.
Waktu terus berlalu tanpa terasa ada yang
berubah dari mu dan dari sekian banyak kebaikan yang kamu berikan kepada
kami terasa hilang sekejap pada peristiwa itu.
Sungguh kami tak mampu
mendefinisikannya, hanya bisa diam dengan beribu pertanyaan yang terus
menghantui kami. Kami tak tahu apa maksudmu, namun yang kami tahu, pasti
kamu bisa merasaka
n apa yang kami rasakan juga saat ini.
#Sebuah renungan yang belum berakhir pada lintasan kerikil berduri.
Senin, Oktober 01, 2012
Hidup, setiap yang bernyawa pasti mengalaminya. Suka dan duka menjadi kisah tersendiri dalam hidup. Pertemuan itulah langkah awal saling mengenal antara satu dengan yang lain, entah kesan seperti apa ketika bertemu, namun tak dapat dipungkiri perpisahan yang akan menjadi batas pada pertemuan itu.
Enam bulan berlalu, menandakan satu semester telah usai. Sebelum itu aktivitas keseharian ke kampus bergelut dengan buku dan komputer tanpa rasa jenuh karena selalu dihibur oleh canda dan tawa teman-teman yang lain.
Aku begitu bahagia serta bersyukur kepada Dia sang Pencipta karena telah mempertemukan ku dengan mereka yang bisa ku jadikan teman, sahabat, dan saudara dalam hidup ku.
Matahari terbenam meninggalkan siang, bertanda malam telah tiba. Sejuta kisah dalam setiap detik hari ini akan menjadi sejarah dikemudian hari.
Seperti biasanya sendiri di malam hari, bukan sepi menghantui bukan pula keramaian yang dirindukan, namun sendiri dalam lamunan menghadirkan wajah orang-orang dicintai dalam dimensi bayangan semu yang tak dapat disentuh dengan jemari tanganku.
(Juan)